E-Book: Pos-Islamisme

- August 10, 2018
E-Book: Pos-Islamisme

Pos-Islamisme, belakangan kembali menjadi perbincangan menarik, ketika Presiden PKS, Shohibul menyebut bahwa Sandiaga Uno sebagai santri pos-islamisme. Namun, apa sebenarnya pos-Islamisme itu? Silahkan miliki e-book "Pos-Islamisme" tulisan Asef Bayat ini. Asef Bayat adalah seorang pemikir muslim dari Iran.



Mulanya, istilah pos-Islamisme mulai diperbincangkan di kalangan sarjana, ketika demokrasi tidak lagi dimaknai sebagai barang haram, melainkan sebagai alat untuk mencapai kekuasaan yang legitimate dan sah, serta minus konfrontasi fisik, tujuannya untuk memetakan arus baru Islam yang (mencoba) berkorelasi dengan demokrasi.

Menurut Bayat, pos-Islamisme adalah refleksi dari gagalnya kelompok Islamisme tampil di ruang publik melalui sarana-sarana demokrasi dan HAM. Istilah pos-Islamisme mengacu pada gejala para pelaku Islam politik yang tidak lagi memperjuangkan formalitas syariah dalam kehidupan bernegara. Semua pergeseran yang terjadi pada gerakan Islam politik di dunia disebabkan karena demokrasi yang ternyata memberi peluang lebih "soft" untuk mengelola negara menuju masyarakat Islami.

Asef Bayat menyajikan komparasi yang serius antara Mesir dan Iran. Dalam buku ini, Bayat menyebut situasi di Mesir sebagai gerakan tanpa revolusi. Sebaliknya situasi di Iran ia sebut sebagai revolusi tanpa gerakan. Tentu saja tesis Bayat menjadi prematur ketika ternyata revolusi terjadi di Mesir, meski tidak serta merta menjadikan kelompok Islam (Ikhwanul Muslimin) menjadi penguasa tunggal dalam perpolitikan. Situasi yang berkembang sampai hari ini justru menunjukkan bahwa IM lebih berkuasa saat tidak berkuasa.

Selanjutnya, silahkan baca dengan men-downloadnya DI SINI.