E-Book: Epistemologi Tafsir Kontemporer

- June 14, 2018
E-Book: Epistemologi Tafsir Kontemporer
Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, Al-Qur’an diyakini tidak akan pernah lekang dan lapuk dimakan zaman.



Akan tetapi dalam kenyataannya, teks Al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Fenomena inilah yang menggelisahkan para mufassir modern-kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi, dan Nasr Hamid Abu Zaid.

Menurut para mufassir modern-kontemporer ini, yang dibutuhkan saat ini adalah model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman atas Al-Qur’an agar kitab suci umat Islam ini benar-benar menjadi kitab petunjuk yang akan senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman atas Al-Qur’an harus digeser dan diubah; dari paradigma literalis-ideologis yang sudah berlangsung selama beberapa abad lamanya menjadi paradigma kritis-kontekstual. Tanpa adanya perubahan paradigma dalam membaca dan memahami kalam Tuhan tersebut maka yang muncul hanyalah pembacaan yang berulang-ulang (al-qira’ah almutakarrirah) dan tidak produktif.

Buku Epistemologi Tafsir Kontemporer PDF yang ada di hadapan pembaca ini, yang pada mulanya merupakan karya disertasi Abdul Mustaqim di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengkaji pemikiran dan metodologi penafsiran dua tokoh yang cukup representatif mewakili para pemikir muslim kontemporer di bidang kajian keislaman, khususnya di bidang tafsir, yakni Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur. Kedua tokoh tersebut dinilai oleh penulis buku ini mewakili pemikiran dari dua wilayah yang berbeda, yakni India (Indo-Pakistan) dan Timur Tengah (Syiria). Dengan menggunakan analisis komparatif, penulis buku ini mengkaji secara mendalam dan juga kritis terhadap metodologi penafsiran Al-Qur’an yang ditawarkan oleh Rahman dan Syahrur beserta implikasi yang ditimbulkannya.

Unduh di sini.