E-Book: Politik Ekologi Sosial

- May 14, 2018
E-Book: Politik Ekologi Sosial
Membaca buku setebal 300 halaman ini, bukanlah perkara mudah. Terlebih ketika kepala kita sudah terlanjur dijejali dengan pemahaman ‘sesat’ tentang politik, atau banyak yang sudah terlalu alergi dengan kata ‘politik’. Pemaknaan politik menyempit menjadi sekadar datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih wakil-wakil di parlemen, atau dengan kata lain, ikut pemilu; Seperti kata anarki yang telah terdistorsi maknanya menjadi sekadar kekacauan. Singkatnya, kita telah menjadi sinis dengan politik—karena terlibat dalam politik berarti membiarkan para pemimpin dan wakil-wakil rakyat itu menentukan hidup kita, menentukan apa yang baik dan buruk bagi kita.

Beberapa kalangan bahkan memaknai bahwa politik adalah terlibat dalam kepartaian, ikut kontestasi pemilu, masuk dalam birokrasi negara untuk kemudian melakukan perubahan dari atas ke bawah (top-down). Politik seperti ini bukan sesuatu yang murah dan mudah menurut para pengamat politik. Untuk terlibat dalam politik, setidaknya harus memiliki tiga modal, yaitu modal politik, modal sosial, dan modal ekonomi. Ketiga modal ini dibutuhkan untuk memperoleh dukungan suara dari rakyat.

Namun demikian, membaca buku Politik Ekologi Sosial ini membuka kembali pandangan kita yang telah samar-samar tentang politik. Secara gamblang, Murray Bookchin membedakan antara politik dan ke-begara-an (statecraft). Sebelum kemunculan negara-bangsa berabad-abad lalu, politik dipahami sebagai aktivitas warga dalam sebuah badan publik yang diberdayakan dan dilaksanakan bersama melalui institusi-institusi partisipatif, bukan melalui institusi-institusi birokratis dan para profesional, sehingga membuat masyarakat pasif dalam politik. Kenegaraan mengandaikan warga sebagai entitas amatir yang tidak mampu mengurusi masalah politik.

Silahkan unduh buku ini di sini.