E-Book: Mengapa Partai Islam Kalah

- May 03, 2018
E-Book: Mengapa Partai Islam Kalah
“...Mereka kalah terhadap keinginan mereka sendiri, bukan kekalahan yang objektif... munculnya 20 partai politik Islam itu... kelebihan karena bermimpi....” Tulis Mitsuo Nakamura.

Barangkali buku ini, tepat dibaca kembali oleh elit politik Islam untuk menempatkan ego dan kepentingan pribadi di bawah kepentingan agama. Sehingga tidak setengah frustrasi seraya tergopoh-gopoh melabelkan partai setan kepada kelompok lain, karena kebuntuan (baca; kemalasan) berpikir menemukan cara dan strategi untuk memenangkan perjuangan.

Sejarah yang dicatat maupun tidak, memang penting kembali dibaca. Kekalahan telak partai-partai Islam, dari 17 parpol islam yang lolos seleksi pemilu 1999, hanya PPP yang meraih suara signifikan. Perolehan PBB jauh di bawah dugaan, Partai Keadilan hanya mendapat 7 kursi DPR kala itu, dan terlikuidasi untuk pemilu 2004, sehingga akhirnya berganti nama dengan tambahan Sejahtera.

Apa yang sedang terjadi di negeri Muslim terbesar di dunia ini? Mengapa Islam kurang kuat sebagai azas formal? Mengapa mayoritas Muslim justeru mendukung partai-partai Nasionalis- Kristen dan sekular? Benarkah umat Islam makin kurang percaya bahwa aspirasi mereka akan diakomodasi partai-partai islam; dan makin yakin aspirasi itu akan lebih terakomodasi oleh partai-partai non-Islam?

Mungkin hasil pemilu ini sinyal yang jelas bahwa mayoritas Muslim sudah tak lagi menganggap penting simbol-simbol Islam dalam politik, dan lebih peduli pada substansi.

Unduh di sini.
.