E-Book: Gadis Kretek

- May 11, 2018
E-Book: Gadis Kretek
Buku Gadis Kretek ini tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.

“Kretek menjadi barang yang mewah ketika dipenjara. Bukan hanya masalah benda itu bisa menjadi alat pembayaran dadakan yang bisa dibarterkan dengan benda-benda lain yang mungkin dibutuhkan dan dimiliki oleh orang lain. Tetapi juga, mengisap kretek sejenak bisa membawa pikiran pulang ke rumah, kepada istri yang tengah mengandung menunggu … yang tentu saja kini telah gugur dimakan kesedihan.” (Hlm. 91)

Novel yang kental dengan tradisi Jawa ini mengambil beberapa latar tempat, yaitu Kota M (sebuah kota yang merupakan perbatasan antara Jogjakarta dan Magelang), Cirebon, Kudus, Jakarta, dan Magelang. Dengan pusat cerita berada di Kota M, Kudus, dan Jakarta. Cerita dalam buku ini lebih banyak mengungkap masa lalu Soeraja dan Soedjagad yang akan membawa pembaca melihat perkembangan kretek di Indonesia, peristiwa G30S/PKI yang menyebabkan Idroes Moeria, Dasiyah, dan Soeraja menderita, serta persaingan bisnis kretek antara Soedjagad dan Idroes Moeria—ayah Jeng Yah dan pemilik Kretek Merdeka!. Pembaca benar-benar dibawa ke masa lalu—dalam cerita ini sekitar tahun 1940-an sampai Oktober 1965—terlebih dengan adanya penggunaan kata mistar, potlot, dan lain-lain. Juga lewat penggambaran cerita dan latar yang begitu detail.

Unduh di sini.