Jadwal Imsakiyah dan Kalender Ramadhan 1439 H

- April 11, 2018

Kalender Ramadhan 1439 H, Omah1001

Pengertian imsak sendiri diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Imsak di sini dimaksudkan untuk kehatian-hatian, karena sesungguhnya saat masuk imsak, kita masih diperbolehkan makan dan minum.

Ketentuan waktu imsak atau imsakiyah sebagai ihtiyath (kehati-hatian) ini didasarkan hadis Rasul yang diriwayatkan dari Anas: Zaid bin Tsabit RA berkata, “Kami telah makan sahur bersama-sama Nabi SAW, kemudian Nabi bangun mengerjakan salat. Anas bertanya kepada Zaid, ‘Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu?’ Dia menjawab, ‘Sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk  membaca 50 ayat.’”

Batasan dimulainya berpuasa juga dijelaskan dalam ayat berikut

Allah SWT berfirman :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ البقرة: ١٨٧

“Makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu waktu fajar.” [Al-Baqarah : 187]

Imam Bukhari membawakan bab khusus untuk ayat ini ( وَكـُلـُوا وَاشْرَبُوا ) dalam rangka menerangkan batas akhir dibolehkannya makan sahur dan dimulainya ash-shaum.
Kemudian beliau menyebutkan hadits Adi bin Hatim RA, beliau berkata :

“Ketika turunnya ayat (وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلأَسْوَدِ) saya mencari tali hitam dan tali putih, saya letakkan di bawah bantal, kemudian saya mengamatinya di malam hari dan tidak nampak. Keesokan harinya saya menghadap Rasulullah SAW dan saya ceritakan kepadanya, kemudian beliau berkata : Yang dimaksud dengannya adalah gelapnya malam dan terangnya siang.” (Sahih Bukhari Hadist No. 1917)

Rasulullah SAW menafsirkan maksud ‘benang putih’ dan ‘benang hitam’ dengan kegelapan malam dan cahaya siang, tidak seperti yang disangka oleh Adi bin Hatim dan beberapa shahabat lainya. Hal ini terjadi karena nuzul (turunnya) ayat ( مِنَ اْلفَجْرِ) tidak bersamaan dengan ayat ((وَكُلُوا وَاشْرَبُوا melainkan turun sesudahnya.

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari shahabat Sahl bin Sa’d RA:

“Ketika turun ayat ((وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلأَسْوَدِ ..)) dan belum turun potongan ayat selanjutnya ((مِنَ اْلفـَجْرِ)), dahulu para shahabat jika ingin bershaum maka salah seorang diantara mereka mengikatkan benang putih dan benang hitam di kakinya dan melanjutkan makan sampai jelas perbedaan antara keduanya, kemudian Allah SWT menurunkan ((مِنَ اْلفـَجْرِ)) sehingga mereka faham bahwa yang dimaksud dengannya adalah cahaya siang dan kegelapan malam.” (Sahih Bukhari Hadits No. 1917 dan Shahih Muslim Hadits No. 35-1901)

Jadi, jadwal imsakiyah sekali lagi semata-mata dibuat dalam rangka untuk menjadi tanda pengingat bahwa waktu subuh akan masuk berkisar sepuluh menit dari waktu imsak. Berikut adalah Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H untuk DKI Jakarta Versi Kemenag. Kabupaten/Kota yang lain tinggal menyesuaikan selisih waktu yang telah ditetapkan.

Bagi yang tertarik mengunduhnya silahkan klik link di bawah ini.

Dirangkum dari berbagai sumber.