E-Book: Muhammad, Sang Pewaris Hujan

- April 12, 2018
E-Book: Muhammad, Sang Pewaris Hujan, Omah1001Membaca perjalanan kehidupan Muhammad lazim dilakukan dengan megaji Sirah Nabawiyah, riwayat yang shahih, terjamin keakuratannya, tetapi tak jarang orang merasakan rumit dan berat, walaupun mestinya memang harus seperti itu. Tak ada kata berat untuk orang yang ingin tahu apalagi mendaku mengidolakan sosoknya, ada banyak sejarah Muhammad yang ditulis oleh para ulama.

Buku Muhammad karya Tasaro GK yang terdiri dari tiga seri ini, Lelaki Penggenggam HujanPara Pengeja Hujan dan Generasi Penggema Hujan adalah novel, karya fiksi. Meski ia adalah novel biografi, novel adalah fiksi dan tetap fiksi. Sekalipun ada unsur sejarah atau ditulis dengan cermat sekalipun tetap ada unsur fiksi di dalamnya. Ia bukan sumber rujukan yang shahih atas kebenaran sejarah secara detail. Karena itulah dalam membaca novel ini pemahaman seperti itu harus tanamkan baik-baik di benak pembaca. Untuk melihat kebenaran, sangat dianjurkan untuk membaca rujukan lain.

Di novel ini tidak murni menceritakan tentang Muhammad. Ada kisah lain, yaitu Kashva. Hidup dalam rentang waktu yang hampir sama dengan Rasulullah. Ia berkorespodensi dengan orang-orang di berbagai agama tentang kedatangan sang penyelamat. Dan pada suatu waktu akhirnya ia terusir dari tanah persia dan diburu oleh Khosrou, Raja Persia. Kashva dengan kelompok kecilnya kabur ke berbagai tempat.

Ada banyaj kutipan-kutipan menarik  seperti "..mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya."

Serta deretan bait prosa lain. Adegan antara Kashva dan Astu membuat perasaanku semakin menerawang jauh. Menilai sebuah hubungan cinta. "Rasa ini tak diciptakan untuk menilaimu, tentu. Namun apakah itu, penyembuh penderitaan telingaku mengharap rengekanmu, sekali waktu? Kehendakku tak mau meringkusmu, tentu. Namun, bagaimanakah agar waktu masih membelah sepenggal dirinya untuk caci makimu, buatku?

Sekali lagi, bacalah novel ini sebagai karya fiksi. Agar lebih khusyu' membacanya belilah buku cetaknya, lebih sehat dimata, lebih memiliki sensasi aroma kertasnya. Namun bagi anda yang tidak memiliki kecukupan uang, saya sediakan link untuk mengunduhnya secara cuma-cuma.

Silahkan download di sini, Muhammad, Sang Pewaris Hujan.