Titik Singgah Kota Metro, Kuliner Berkonsep Taman

- March 10, 2018

Taman Kuliner Titik Singgah Kota Metro, omah1001

Awal Januari yang lalu, tepatnya Minggu, 7 Januari 2018, sore hingga malam, ratusan orang berkumpul di satu titik. Titik Singgah, namanya. Wisata kuliner baru yang terletak di kawasan Jalan Ki Hajar Dewantara, 15A Iring Mulyo, Metro Timur. Melihat ratusan motor dan puluhan mobil yang memadati bahu jalan, saya mengurungkan niat untuk mampir.

Namun, dari pamflet yang disebar dan diposting di media sosial, saya mengetahui bahwa hari itu, adalah Grand Opening Titik Singgah, kuliner berkonsep Pujasera atau Pusat Jajanan Serba Ada. Acara Grand Opening tersebut dimeriahkan oleh band-band lokal dan beberapa hiburan lainnya.

Sesuai konsepnya, tersedia banyak outlet makanan (tenant), ada Angkringan Samber, Siomay Kota Intan, Nasi Bakar Mang Sahu, Juragan Dimsum, Bakso Malang Cak Mansur, Tea Thailand Sut Sut, Djoeragan's Juice, Seblak Nyinyir, Dr. Food, Ayam Geprek Jawa, Pempek Kikiki dan beberapa tenant lain.

Kehadiran Titik Singgah di Kota Metro semakin mengukuhkan Kota Metro sebagai pusat kuliner di Lampung. Terletak di kawasan cukup strategis, pusat sekolah dan  beberapa perguruan tinggi, benar-benar menjadikan keberadaan Titik Singgah sebagai tempat pavorit anak-anak muda, belum lagi harganya yang relatif murah dan terjangkau oleh kantong mahasiswa dan anak kos.

“Kami sengaja menggunakan konsep yang terbuka, semi-outdoor garden, melibatkan banyak usaha kuliner, sehingga lebih beragam,”  kata Sandy Aziz, Manajemen CV Baskara Karya sebagaimana dirilis Lampung Post, beberapa waktu lalu.

Taman Kuliner, begitu pemilik Titik Singgah ini menyebutnya, sudah mulai beroperasi sejak soft opening pada Sabtu (23/12/2017), memang sengaja membuat konsep terbuka untuk memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi pengunjung. 

Tempat nongkrong yang cukup luas, dibangun di atas ruang terbuka seluas 1.500 m2, penuh udara segar, dan tanaman yang didesain layaknya taman/kebun serta parkiran yang memadai membuat Taman Kuliner Titik Singgah ini menjadi tempat berkumpul yang cukup menyenangkan.

Saya sendiri, baru bisa berkunjung setelah sekian bulan paska-launching, itupun karena penasaran melihat suasana asyik dan nyaman yang tampak dari luar. Sajian musik dengan lagu-lagu dinamis berbagai genre dan lampu warna-warni yang ditata menarik di atas tempat duduk dan beberapa pojokan membuat suasana Taman Kuliner Titik Singgah ini pada malam hari sangat hidup.

Selain itu, Taman Kuliner Titik Singgah secara rutin juga menggelar pertunjukan musik dengan melibatkan talent--talent local dan acara nonton bola bareng.

Usaha kuliner di Kota Metro memang terus tumbuh dan menggeliat, hal ini menunjukkan trend positif bahwa peluang bisnis di kota ini masih sangat terbuka luas. Masyarakat Metro yang dikenal ramah dan sangat terbuka dengan kemajuan, ikut mendorong setiap peluang usaha dan bisnis.

Berada konsep dan kreatifitas, usaha kulinet di kota ini terus menjamur. Nyaris setiap bulan, tumbuh dan hadir tempat nongkrong baru di Kota Metro. Salah satu yang mengawali tahun 2018 ini adalah Titik Singgah, melibatkan banyak pengusaha kuliner yang ada di Kota Metro dengan tidak perlu membayar terlebih dulu, mereka cukup mendapatkan potongan dari pendapatan bulanan.

"Itu sebabnya, para konsumen tidak membayar kepada mereka, tetapi ke kasir Pujasera. Sistemnya satu pintu," jelas Azis, pengelola Titik Singgah ini.

Titik Singgah memang berhasil menghadirkan suasana baru yang berbeda dengan suasana cafe yang selama ini telah lebih awal ada di Kota Metro. Meski Titik singgah masih tergolong baru, saya mengamati orang terus berdatangan datang setiap hari, terutama di akhir pekan.

Sumber Foto : Lampung Post