Mengintip Tempat Baru PKL RSU. Ahmad Yani

- February 22, 2018
PKL RSU. Ahmad Yani

Setelah sekian tahun bertahan dari ancaman tergusur, bertaruh dan menjalani hidup yang keras dengan berjualan di atas trotoar, demi membiayai kehidupan keluarga dan asa masa depan, hari ini (Rabu, 21/2/2018) para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Rumah Sakit Umum (RSU) Ahmad Yani tepatnya di sepanjang Jl. Seminung Yosorejo Kota Metro, mulai bisa menikmati tempat berjualan yang membebaskan mereka dari rasa was-was.

Sekitar pukul 16.00 WIB, para PKL tersebut, sedang dalam proses pemindahan lokasi, ke tempat yang tak jauh dari tempat mereka berjualan mereka selama ini, sehingga mereka tak perlu khawatir kehilangan konsumen tetap, menempati gedung baru di lantai 2 di bagian depan pojok halaman RSU A. Yani. Tempat yang memang khusus dibangun untuk mereka.

Saat Tim Metro Bergeliat memantau kegiatan proses pindah itu, tampat terlihat mimik wajah bahagia.

"Mereka sangat senang dan antusias menempati lokasi baru tersebut. Mereka bergotong royong, bahu membahu memindahkan beberapa perabotan dagang serta kayu-kayu untuk mendukung usaha mereka." Jelas Ahmad Gufron, Admin Metro Bergeliat.

Gufron juga menambahkan bawa  gedung tersebut sepertinya memang dibangun khusus bagi PKL yg selama ini berdagang di pinggiran RSU  A. Yani saja.

"Melihat dari jumlah lapaknya yang hanya tersedia sebanyak 19 lapak, sepertinya memang tempat itu disedikan untuk mereka," Ahmad Gufron menerangkan.

Sebelumnya pemerintah kota berniat memindahkan mereka ke Nuwo Intan di Jl. AH. Nasution, termasuk pedagang yang berjualan di sekitar Taman Merdeka. Namun, mereka menolak karena dianggap jauh dari konsumen yang mereka pasar, yakni pegawai rumah sakit dan keluarga pasien rawat inap RSU Ahmad Yani.

Sikap mereka yang bersikeras untuk bertahan di lokasi tempat mereka berjualan sebelumnya, membuat pemerintah dan pihak RSU Ahmad Yani berpikir keras untuk mencarikan jalan keluar terbaik, sehingga didirikanlah bangunan dua lantai, yang lantai atasnya diperuntukkan untuk mereka berjualan.
Lokasi Baru PKL RSU. Ahmad Yani
Lokasi Lantai 2 PKL RSU A. Yani Kota Metro (Dokumen : Metro Bergeliat)
Terhadap solusi tersebut, tak terdengar lagi protes dan keberatan dari para pedagang tersebut. Bahkan biaya yang dibebankan kepada mereka, sekitar 700 hingga 750 ribu rupiah perbulan, tidak termasuk uang listrik dan kebersihan juga dianggap tidak memberatkan.

"Sekrang kami merasa lega sudah menempati lapak baru yang legal, bayaran bulanan juga tidak terlalu berat, kami tak takut digusur  lagi, tempatnya lebih nyaman bagi para pembeli, ujar Ahmad Gufron menirukan Pedagang Nasi Padang yang sempat ditemuinya di lokasi.

"Hanya saja masih ada sedikit permasalahan, ketika turun hujan dari arah Utara dan Selatan air hujan masih masuk alias tampias, akses naik ke tangga masih tanah belum dipaving, kemudian lantai keramik pada anak tangga terlalu licin, hari ini saja sudah 2 orang yang terpeleset,"  imbuhnya Gufron menyampaikan respon para pedagang mengenai beberapa kendala tempat baru tersebut.

Namun, terlepas dari kendala tersebut, langkah pemerintah dan pihak RSU Ahmad Yani perlu diapresiasi , karena telah memberikan jalan keluar yang dirasakan cukup adil oleh para pedagang kaki lima tersebut.