E-Book: Orang Maiyah

- February 07, 2018
Buku ini sengaja ku share untuk teman-temanku yang aktif Maiyah-an, termasuk untuk mereka yang tak paham Orang Maiyah, membaca buku ini setidaknya bisa memberi gambaran dan pengetahuan bahwa Orang Maiyah adalah orang yang membaca dirinya berulang-ulang, ribuan kali.

"Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid. Semua orang adalah murid, sang penghendak ilmu." Ujar Cak Nun.

Tak hanya akal, tetapi juga nurani

"Hidup orang Maiyah tidak tergantung kekayaan dan atau kemiskinan, tetapi tergantung pada proses pembelajaran menggunakan akal dan nuraninya untuk menyutradarai hidup menuju yang pantas dituju." Tulis Cak Nun di buku ini.

***

Orang Maiyah menunjukkan kepada kita bahwa Cak Nun bukanlah satu-satunya tokoh kunci. Cak Nun bukanlah orang suci yang berusaha mencerahkan bumi. Buah pikirannya tertransfer kepada orang-orang Maiyah lainnya, yang kemudian melanjutkannya lagi kepada orang-orang di sekitar mereka. Orang Maiyah adalah orang-orang yang ikhlas dan mau berpikir.

Bagi orang Maiyah, tanggal 17 menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu. Dengan wajah cerah dan energi melimpah, mereka berkumpul selama lima hingga tujuh jam di suatu tempat, tanpa rasa lelah dan terpaksa. Lalu, apa yang sesungguhnya membuat mereka bertahan?

Buku ini merangkum dialog Cak Nun dan tujuh orang Maiyah lainnya dalam menginternalisasi peran forum Maiyah dalam keseharian hidup mereka.

Mohon maaf kepada semua pembaca, link downloadnya telah dihapus, karena tidak mendapatkan izin dari penerbit Bentang Pustaka. Silahkan kawan-kawan beli versi cetaknya.

Terimakasih dan harap maklum.
Advertisement