Jelang Munas KAHMI : Pendiri HMI Ditetapkan Menjadi Pahlawan Nasional

- November 04, 2017

Anggota KAHMI dari berbagai daerah menyambut baik terkait kabar yang menyebutkan pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Lafran Pane akan ditetapkan oleh Presiden menjadi pahlawan nasional. Sosok Pendiri HMI tersebut memang dianggap salah seorang intelektual terbaik yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia pada masanya, Lafran Pane sudah sepantasnya menjadi pahlawan nasional. Pasalnya, organisasi yang didirikannya yakni HMI merupakan salah satu kawah candradimuka intelektual bangsa.

Koordinator Majelis Nasional Presidium KAHMI, Mahfud MD mengaku perjuangan untuk menetapkan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Hal ini disampaikannya usai pertemuan tertutup antara Korps Alumni HMI (KAHMI) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

“Kami sebenarnya sudah lama mengusulkan ke Presiden, sudah sejak dua tahun lalu, tentang pendiri HMI agar diangkat dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional,” katanya.

Mahfud juga menjelaskan pengajuan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional sudah diuji oleh 27 kampus di Indonesia. Lafran mendirikan HMI di Yogyakarta pada 5 Februari 1947.

“Alhamdulillah, tadi Pak Presiden (mengatakan) Profesor Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional. Dan insyaallah pada tanggal 9 atau 10 bulan November ini, Bapak Presiden akan menganugerahkan gelar ke Lafran Pane sebagai pahlawan nasional,” kata Mahfud.

Sebelumnya, Menteri Sosial yang juga Ketua Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) menyebut Lafran Pane sebagai salah satu kandidat pahlawan nasional.  TP2GP adalah tim yang menggodok nama-nama kandidat pahlawan nasional sebelum diambil keputusan. Usulan TP2GP diajukan ke Presiden melalui Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk mendapatkan persetujuan penganugerahan pahlawan nasional.

Sumber : selusur.co.id