Kisah Omah Seribu Satu dan Perkenalan dengan DomaiNesia

- November 09, 2017
DomaiNesia Blogging Competition
Ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti lomba Blogging competition. Ngeblog pun sebenarnya baru aktif sejak 3 bulan yang lalu, tepatnya 26 Agustus 2017. Meski sebelumnya pernah beberapa kali membuat blog dengan tujuan mengarsipkan beberapa tulisan yang pernah dimuat di media cetak, tetapi setelah itu dibiarkan terbengkelai hingga lupa password, tampilannya pun apa adanya, sesuai fasilitas yang ada di blog.

Berikutnya adalah, mencoba menulis dan mengarsipkan beberapa tulisan di web yang menyediakan kolom citizen journalist, pernah juga terlibat mengelola portal jurnalisme warga. Hingga akhirnya bertemu beberapa kawan yang hobi dan aktif ngeblog, mereka rata-rata menyarankan, "kenapa tidak mencoba membuat blog sendiri?"

Setelah berdiskusi lumayan panjang, aku pun akhirnya tergoda untuk ngeblog, dengan beberapa pertimbangan keuntungan ngeblog sendiri, mulai dari pertimbangan bebas posting tulisan kapan saja, bebas menulis apa saja tanpa takut tulisannya dihapus atau diedit dan dinilai tidak layak hingga pertimbangan iming-iming keuntungan materi dari ngeblog sendiri. "Menarik!" Pikirku singkat.

Akhir bulan Agustus barulah aku mencoba mulai membangun blog sendiri, itu pun tanpa pengetahuan teknis, tak paham cara memotong postingan sehingga artikel memenuhi halaman utama blog, boro-boro mau mengerti soal template, domain dan hosting. Intinya, blogku berantakan, tapi bukan itu poinnya, karena yang terpenting bagiku kala itu, bisa mendokumentasikan tulisan yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja tanpa harus ribet, sehingga meski masih sangat jelek dengan pede aku tetap membagikan setiap tulisan di blog (omah1001.blogspot.co.id) itu ke akun media sosial milikku.

Tulisan-tulisan yang aku sebar di media sosial tersebut akhirnya diketahui oleh beberapa kawan penulis (bukan kawan pertama yang memprovokasi aku ngeblog) yang lebih dahulu aktif ngeblog, untuk menyebut beberapa orang di antara mereka adalah Budi Hatees, esais dan penulis aktif di berbagai media dan Afriyan, penulis fiksi yang aktif menulis di blog dan menyebur puisi-puisinya di media sosial.

Singkatnya, entah keduanya merasa kasihan melihat tampilan blogku atau karena kebetulan ingin berbagi ilmu, keduanya datang ke rumah mengajariku beberapa hal, mulai cara mengganti template, memotong postingan hingga menggunakan domain dan hosting. Dan, tak semua yang mereka sampaikan bisa aku serap. 

Seorang kawan lain, Lukman Hakim pegiat literasi yang menggerakkan sebuah perpustakaan di kampungnya dan kebetulan menjadikan blog (waroengbatja.id) sebagai salah satu alat kampanye literasinya, memasang banner DomaiNesia di blognya. Itulah awal cerita saya terhubung dengan DomaiNesia dan membaca artikel membuat website dengan mudah.

Membaca artikel tersebut di DomaiNesia, meski telah membuatku sedikit banyak memiliki panduan membangun website ditambah bantuan mesin pencari untuk memperjelas apa istilah-istilah yang dimaksud dalam artikel tersebut, tidak lantas menjadikanku langsung percaya diri dan berani bertaruh memasang hosting dan domain. Pilihannya, untuk coba-coba (trial) saya  mencari domain gratisan terlebih dahulu, dan kebetulan mendapatkan domain gratis (promo domain gratis), hingga jadilah omah1001.net.

Senang, tentu saja. Sudah memiliki blog dengan domain yang ringkas dan mudah diingat. Bisa berbagi artikel, berbagi informasi dan pengetahuan, selain berbagi tulisan sendiri tentu saja juga bisa membagikan ebook ke kawan-kawan yang memiliki keterbatasan untuk membili buku fisik.

Berikutnya adalah kecanduan gonta-ganti template sampai akhirnya merasa cape sendiri, termasuk juga penasaran untuk menggunakan hosting dan ingin migrasi ke wordpress. Tapi, dengan pengetahuan ngeblog yang masih seumur jagung, untuk sementara rasa penasaran itu disimpan sembari pula menyimpan artikel tentang apa itu domain dan hosting dan cara memilih hosting serta cara migrasi ke wordpress dari DomaiNesia.

Menurutku, sebagai pemula beberapa artikel yang ku tulis linknya di atas cukup membantu bagi pemula, soal penjelasan istilah yang susah dipahami di beberapa artikel tersebut bisa juga ditelusuri di mesin pencari. Jika ragu dengan beberapa keunggulan DomaiNesia, maka bisa juga dibandingkan dengan beberapa web penyedia domain dan hosting yang lain, tetapi bagi saya DomaiNesia cukup rekomended, terlebih ketika anda hendak membuat website untuk berbisnis, promosi atau kampanye, dan atau website lain, DomaiNesia menyediakan panduan lengkapnya, salah satu contonya adalah panduan onlineshop

Demikian, semoga bermanfaat.