Jokowi Resmi Membuka Munas Ke-10 KAHMI di Medan

- November 18, 2017

Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika, Medan, Jumat (17/11), ditandai dengan ditabuhnya gordang sambilan, alat musik khas Mandailing, oleh Jokowi beserta Mahfud MD, Zulkifli Hasan, Oesman Sapto Odang, Akbar Tanjung, dan Tengku Erry Nuradi. Tak mau kalah dengan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Jokowi juga menunjukkan kebolehannya berpantun.

Antusiasme peserta Munas X KAHMI dari berbagai daerah
Acara Pembukaan Munas KAHMI selain dihadiri oleh Presiden RI Jokowi, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Osman Sapta, Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi, Wakil Ketua KPK La Ode M Syarif, Mensesneg, Mendikbud, acara yang akan dihelat selama tiga hari ini Jumat hingga Ahad (17-19/11) mendatang, juga tampak dihadiri Kapolri Jendral Prof Dr Tito Karnavian, Ketua Presidium KAHMI Mahfud MD, Akbar Tanjung, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Sebelum membuka Acara Munas ke-10 KAHMI, Jokowi sempat berpantun,

"Ke Sumatra Utara makan durian. Air kelapa diminum pagi. Sangat berbahagia datang ke Medan. Bisa bersama saudara-saudara bermunas KAHMI," kata Jokowi. Hal ini pun disambut tepuk tangan meriah dari para kader KAHMI yang hadir.

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan bahwa perubahan yang ada saat ini semakin cepat terjadi. Hal ini membuat peta politik dan ekonomi global berubah. Hal ini pun tentu berdampak pada perpolitikan dan perekonomian nasional serta menjadi tantangan bagi Indonesia.

"Negara lain bingung mengantisipasi, sama seperti kita. Karena kecepatan teknologi lebih dari yang kita perkirakan. Ini pekerjaan besar kita dan harus kita antisipasi. Ini akan mengubah perilaku sosial kalau kita tidak memperkuat pembangunan SDA dengan nilai agama, budaya dan keindonesiaan yang kita miliki," jelas Presiden.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan ketika memberikan keynote speech bahwa pascamerdeka dan reformasi, demokrasi di Indonesia semakin baik. Ada tiga hal, lanjutnya, yang harus menjadi perhatian saat ini, yakni kemiskinan, kesenjangan dan keadilan.

"Bukannya kita sudah sepakat 72 tahun lalu bahwa keragaman itu kekuatan. Pancasila merupakan alat mempersatukan, saling menghormati dan menghargai. Saya harap KAHMI lah yang membuat kebinekaan dan persatuan Indonesia menuju kejayaan. Semoga Munas KAHMI sukses," kata Zulkifli.

Setelah selesai acara pembukaan, Agenda Munas KAHMI dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib Munas dan pemilihan Pimpinan Sidang tetap Munas.

Pimpinan Sidang Sementara oleh Steering Committee Munas X KAHMI

Tujuh Pimpinan Sidang Terpilih Munas X KAHMI Medan di Auditorium Hotel Santika Premiere Dyandra, Jumat malam 17/11/2017. Mewakili 6 Kawasan RI, dan satu dari MN KAHMI.

Diolah dari berbagai sumber.