Terkendala Biaya, Tama Gagal Ikut AYIMUN 2017 di Malaysia

- October 27, 2017

Berbeda dengan teman-temannya dari daerah lain yang rata-rata mendapatkan dukungan dan support dari kepala daerahnya, Muhammad Anugerah Utama harus mengurungkan mimpinya untuk berangkat ke Malaysia, mengikuti AYIMUN 2017 karena kendala biaya.

"Barangkali Tama tak ingin membebani orang tuanya, sehingga ia memilih diam dan tak bercerita apapun soal AYIMUN 2017 di Malaysia. Saya juga kaget, begitu tahu bahwa batas terakhir konfirmasi sudah lewat. Padahal sebagai orang tua, sebenarnya bisa saja mengusahakan dengan cara apapun." ujar Ayahnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/10).

Tama sendiri, hanya mengirimkan beberapa link berita yang menunjukkan dukungan pemerintah setempat terhadap kawan-kawannya dari daerah lain. Seperti dari Sumatera Utara yang mengirimkan 6 peserta yang berasal dari Mahasiswa FH. Universitas SumateraUtara, Bengkalis  mengirimkan 3 delegasi, dan Bogor yang mengirimkan dua delegasi. Setidaknya, ada 60 peserta dari seluruh Indonesia yang akan bergabung dengan 1.000 peserta dari 26 negara yang berasal dari Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa dan Oceania, mengikuti acara Asean Youth International Model Unitet Nation (AYIMUN) 2017.

Beberapa orang menyampaikan rasa kagetnya begitu mengetahui Tama tak jadi mengikuti ajang bergengsi tersebut.

"Udah kepilih kok gagal berangkat? Haduh, nasibnya Tama,  tinggal di kota sesempit Metro yang katanya Kota Pendidikan malah terabaikan, Pemkotnya terkesan apatis kalo gini mah. Coba geser wilayah kabupaten tetangga, kalo kedenger Pemkab ada warganya berprestasi dikit atau minimal punya bakat yg unik, pasti langsung di bina dan diangkat!" Komentar Dewi Masitoh kaget mendengar batalnya Tama mengikuti AYIMUN 2017.

Beberapa orang menuding pemerintah sengaja menutup mata dan telinga terhadap kegiatan yang akan diikuti oleh putra asli Kota Metro ini.

"Tak mungkinlah pemerintah tak mengetahui kegiatan ini, soalnya ini kan tersebar di media sosial. Daerah tetangga aja yang jaringan internetnya belum selancar di Metro, tiap hari aktif di media sosial, masa pemerintah Kota Metro kalah, jika tak walikotanya kan banyak pejabat lain yang bisa memberikan informasi. Keterlaluan mah ini! Tidak ada inisiatif sama sekali untuk support putra daerah yang berprestasi!" ujar El yang aktif dalam kegiatan komunitas anak muda di Kota Metro.

Dalam tulisan sebelumnya di blog ini, Tama disebutkan akan mengikuti AYIMUN 2017 setelah bersaing dengan 3.000 peserta yang mendaftar dari seluruh negara-negara yang akan hadir di acara tersebut. (RU)