Jelang Munas KAHMI X : E-Voting dan Pemimpin Representatif


Untuk di HMI dan KAHMI yang anggotanya relatif setara, pemilihan one person on vote lebih cocok dan akan menghasilkan pemimpin yang lebih representatif dibandingkan dengan sistem pemilihan perwakilan (sistem perwakilan lebih cocok untuk pemilih yang tidak setara).

Bagaimana agar pemimpin yg dipilih selain lebih representatif juga sifatnya lebih mengikuti pedoman Islam yang disampaikan oleh Muhammad Rasulullah saw.?

Kita diajarkan bahwa pemimpin dalam Islam adalah pemimpin yang didaulat oleh umat. Dilarang kita memilih pemimpin yang berambisi dan mengajukan diri. Berikut ini hadits Nabi SAW yang pernah diposting ke semua grup yang berasal dari postingan Prof. Bustanul Arifin.

"Abdurrahman bin Samurah RA, bahwa Rasulullah SAW berkata kepadaku, "Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta kepemimpinan. Sesungguhnya jika kamu diberikan kepemimpinan melalui permintaan, kamu akan dibebani tanggung jawab sepenuhnya dan jika kamu diberikan kepemimpinan itu tidak dengan permintaan, maka kamu akan dibantu memikul tanggung jawab kepemimpinan itu. Jika kamu telah bersumpah, kemudian melihat sesuatu lain yang lebih baik dari sumpahmu, maka hendaklah kamu membayar kafarat sumpahmu lalu laksanakanlah sesuatu yang lebih baik itu." (HR. Muslim dalam Shahih Muslim Hadits No. 3120)

Mekanisme Pemilihan Presidium MN KAHMI via E-Voting

Yang terbayang dalam ingatan saya adalah;  Pertama, dalam kurun waktu 6-12 bulan sebelum Munas, Majelis Nasiobal (MN) KAHMI melalui keputusan rapat plenonya menyurati dan meminta kesediaan kepada 100 - 200 orang tokoh alumni HMI. Tokoh-toko tersebut adalah mereka yang sudah teruji track recordnya selama ini dan dipastikan sebagai alumni HMI.

Kedua, para tokoh dengan berbagai latar belakang profesi diberi waktu 30 hari untuk memberikan jawaban atas permintaan tersebut. Ketiga, nama-nama para tokoh yang telah menyatakan kesediaan untuk mengabdikan waktu, tenaga dan pikirannya tersebut, direkap oleh MN KAHMI dan dikirimkan ke seluruh Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD) KAHMI.

Keempat, MW dan MD KAHMI diberi waktu 30 hari untuk memilih nama-nama tokoh-tokoh tersebut menjadi 3 kali lipat dari jumlah Presidium. (Saat ini 9 orang, Berarti dipilih sebanyak 27 orang).

Kelima, MN KAHMI setelah menerima nama-nama tokoh-tokoh tersebut dari semua MW dan MD kemudian menetapkan sebanyak 27 nama dengan suara terbanyak sesuai dengan pilihan dari MW dan MD tersebut. Dengan mekanisme ini sistem perwakilan masih digunakan, yaitu pada tahap seleksi awal.

Keenam, Selanjutnya 27 nama tokoh-tokoh tersebut disosialisasikan ke seluruh alumni HMI melalui berbagai media dan yang terpenting serta termurah adalah media sosial. Media sosial selama beberapa waktu akan diramaikan oleh munculnya 27 tokoh alumni HMI yang akan dipilih pada Munas KAHMI.

Ketujuh, seluruh alumni HMI dapat mempertimbangkan dan memberikan penilaian kepada ke 27 nama tersebut, selanjutnya pada waktu dilaksanakannya Munas, setiap alumni HMI memilih 9 orang Presidium MN KAHMI. Pemilihan dilakukan melalui HP dan/atau komputer kita masing-masing. Praktis dan sederhana.

Kedelapan, pemilihan presidium dilakukan dalam jangka waktu 1-2  hari dimulai sejak pembukaan Munas. Puncaknya pada beberapa jam menjelang Penutupan Munas. Perolehan suara tiap-tiap kandidat yang susul menyusul dapat dilihat di arena Munas maupun di luar arena Munas, di kantor-kantor, di rumah-rumah dan di mana saja. Hal itu karena puncak acara dan Penutupan Munas tersebut ditayangkan oleh TV Nasional dan/atau streaming.

Seru, meriah dan menggetarkan.

1. Dengan mekanisme seperti ini, maka dapat diharapkan :
2. Pemimpin yang dilahirkan lebih sesuai dengan tuntunan Islam
3. Pemimpin yang dipilih lebih representatif karena dipilih oleh lebih banyak orang
4. Fungsi MW dan MD sebagai perwakilan tetap dapat dilaksanakan pada tahap awal pemilihan
5. Insya Allah akan terhindar dari money politics.
6. Insya Allah akan lebih barokah
7. Munas akan lebih fokus pada pembahasan program kerja dan rekomendasi. Agenda Munas bisa ditambahkan dengan berbagai kegiatan ilmiah lainnya
8. Partisipasi anggota akan lebih maksimal karena semua merasa ikut memilih pemimpinnya
9. Tidak akan adu mulut, adu kuat dan adu otot selama Munas berlangsung. Suasananya insya Allah damai dan tenteram. Akan tetapi terdapat pula sisi entertainmentnya.

Mungkin saja kita akan mendapatkan kejutan-kejutan tertentu tatkala alumni HMI dan keluarganya di seluruh dunia, dalam 1-2 jam puncak pemilihan Presidium MN KAHMI, mengarahkan seluruh pandangannya ke TV dan/atau streaming. Kemudian Presidium yang mendapatkan suara terbanyak diberi kesempatan pidato. Pidato yang berwibawa dan diliput secara Nasional.


Bayangkanlah itu...!

Sujana Sulaeman, Presiden/Inisiator KFJS Indonesia. Admin WA Grup KBA HMI Pencinta Buku, Alumni HMI.










0 komentar