Jelang Munas KAHMI X : E-Voting dan Pemetaan Potensi Anggota

- October 27, 2017

Sebagai sebuah model pemilihan pimpinan yang langsung one person one vote, e-voting dapat difungsikan sebagai mekanisme yang "memaksa" setiap organisasi menjadi lebih jujur dan transparan perihal jumlah anggotanya.

Kita semua paham bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memaksa manusia untuk lebih jujur, terbuka, hati-hati dan bertanggung jawab. Nilai-nilai positif ini sesuai dan sejalan dengan nilai2 Islam.

Sebaliknya kebohongan-kebohongan dan klaim-klaim jumlah anggota, bisa jadi tidak akan membuat organisasi tersebut mendapatkan barokah dari Allah SWT. Hal itu karena sudah berlaku semacam hukum, bahwa satu kebohongan harus ditutup dengan kebohongan lain dan seterusnya menjadi rangkaian kebohongan sehingga akhirnya kita tidak tahu lagi bahwa sebenarnya kita sudah tersesat di belantara bohong dan tipu menipu.

Dengan e-voting maka HMI dan/atau KAHMI akan memiliki data keanggotaan yang akurat mulai dari hal-hal yang sederhana, nama, tempat tanggal lahir dan lain-lain sampai dengan informasi yang sangat penting yaitu potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota-anggota tersebut.

Peta tentang potensi anggota ini akan sangat berguna karena kita tahu, kehidupan di masa depan semakin menuntut kualitas orang-orang yang jujur, bersih, akuntabel dan profesional.
Dengan berbekal peta potensi ini, kontribusi HMI/KAHMI untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT dapat dilakukan lebih fokus dan terarah. HMI/KAHMI akan mempelopori penempatan seseorang sesuai dengan potensi dan keahliannya. Hal ini sesuai dengan Islam sebagaimana yang disampaikan Muhammad Rasulullah SAW bahwa segala sesuatu urusan harus diserahkan kepada ahlinya. Apabila tidak, maka tinggal tunggu masa kehancurannya.

Dengan demikian maka jalinan silaturahmi yang terbangun merupakan suatu jejaring yang meluas dan mendalam serta merupakan suatu kebersamaan dalam kebenaran dan pergerakannya dipandu oleh nilai-nilai positif yang sesungguhnya. Islam dan NDP mewujud dalam setiap gerak dan langkahnya. Aamiin.

Jadi tatkala seorang kader HMI mengabdi dan mengemban amanah dalam suatu urusan kenegaraan dan pemerintahan, misalnya, dia memang layak dan pantas menempati posisi tersebut karena yang bersangkutan ahli serta mumpuni dalam bidang tersebut. Dia akan menjadi pelopor perubahan dan perbaikan untuk menaikkan derajat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Publik menaruh respek kepada yang bersangkutan, karena yang bersangkutan bersih, jujur, amanah dan profesional. Posisi tersebut didapatkan yang bersangkutan bukan karena kolusi dan  nepotisme. Bukan karena "HMI Connection" yang dipersepsikan negatif.

Rasanya sudah waktunya HMI dan KAHMI melangkah lebih maju ke depan dan menjadikan HMI/KAHMI sebagai organisasi yang sesuai dengan kualitas kedua insan cita, yaitu insan pencipta.
Mari kita dorong HMI dan KAHMI agar menjadi organisasi yang kreatif dan produktif serta akrab dengan kemajuan iptek.

Semoga.

Sujana Sulaiman, Presiden/Inisiator KFJS Indonesia. Admin WA Grup KBA HMI Pencinta Buku, Alumni HMI.