Jelang Munas KAHMI X : Inilah 35 Nama Bakal Calon Presidium KAHMI 2017–2022

- October 30, 2017

Proses rekrutmen bakal calon Presidum KAHMI telah melalui beberapa tahapan, mulai dari, pertama, menyurati dan meminta kesediaan kepada 100 - 200 orang tokoh alumni HMI, yang dianggap teruji track recordnya selama ini dan dipastikan sebagai alumni HMI. Kedua, para tokoh dengan berbagai latar belakang profesi diberi waktu 30 hari untuk memberikan jawaban atas permintaan tersebut. Ketiga, nama-nama para tokoh yang telah menyatakan kesediaan untuk mengabdikan waktu, tenaga dan pikirannya tersebut, direkap oleh MN KAHMI dan dikirimkan ke seluruh Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD) KAHMI.

Dan sekarang, panitia sudah menerima 35 nama bakal calon yang dianggap telah memenuhi syarat administrasi. Dan, nama-nama tersebut telah diundang untuk mengikuti penyampaian visi dan misi pada tanggal 11-12 November mendatang.

Nama-nama tersebut telah melalui tahapan verifikasi data, dengan memenuhi persyaratannya : (a) Berumur sekurang-kurangnya 40 tahun pada saat pencalonan; (b) Berdomisili di Jabodetabeksekar (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, & Karawang) dibuktikan dengan menyerahkan copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan atau keterangan dari RT setempat; (c) Menyampaikan pandangannya secara tertulis/lisan/video (durasi maksimal 10 menit) tentang visi dan misi KAHMI dalam rangka memajukan Umat dan Bangsa;

(d) Menyampaikan sertifikat atau tanda bukti formal telah mengikuti pengaderan HMI dan aktif dalam kepengurusan HMI dan/atau surat pernyataan kesaksian dari Ketua Umum HMI dan/atau Sekretaris Umum dan/atau Pengurus Harian asal Cabang sesuai periodeisasi kepengurusannya ketika menjadi pengurus atau mengikuti pengaderan HMI;

(e) Menandatangani Pakta Integritas dan Surat kesediaan pengunduran diri apabila tidak aktif menjalankan tugas dalam satu tahun sebagai Presidium selama masa kepengurusan atau diberhentikan melalui sidang Dewan Etik berdasarkan laporan hasil Rapat Evaluasi Presidium. (f) Mengikuti tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh Panitia Seleksi yang ditetapkan oleh Majelis Nasional KAHMI; (g) Bukan merupakan Pimpinan Tertinggi Partai Politik Tingkat Nasional

Berikut nama-nama yang telah ditetapkan lolos persyaratan administrasi sebagai bakal calon Presidium KAHMI 2017 - 2022 :

Setelah menyampaikan visi-misi, kemudian ditetapkan sebanyak 27 nama yang berhak menjadi calon Presdium KAHMI, yang akan dipilih pada Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-X di Hotel Dyandra Santika, Medan, Sumatera Utara pada 17-19 November 2017 mendatang.

Sebagai informasi tambahan, jelang pelaksanaan Munas tersebut, KAHMI Sumut sebagai pihak tuan rumah penyelenggaraan Munas telah melaksanakan 7 kali Focus Group Discussion (FGD) terkait masalah pendidikan, penegakan hukum, kebudayaan, kepemimpinan, kebangsaan, kesenjangan sosial, dan berbagai isu isu nasional lainnya. Hasil FGD tersebut telah dipaparkan pada MN KAHMI di Jakarta dan akan dibahas kembali pada peserta Munas. Dan, sejauh ini sudah 514 Majelis Daerah (MD) KAHMI Kab/kota dan 33 MW KAHMI Provinsi yang memberi konfirmasi untuk hadir.

Pembukan Munas Dihadiri Wapres

Mahfud MD selaku Koordinator Presidium Majelis Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam rangka mengundang JK untuk membuka Munas KAHMI di Medan.

Mahfud menemui JK, ditemani Viva Yoga Mauladi, Laode M Kamaludin, Siti Zuhro, Subandrio, Mashudi, dan Ismet Djafar. Pertemuan berlangsung selama sekitar 30 menit.

Mahfud mengatakan JK sudah setuju datang dan akan membuka munas tersebut. Pembukaan munas akan digelar pada 17 November 2017. Sebelum itu, akan digelar pula simposium yang akan dihadiri ribuan profesor dari KAHMI.

"Nanti Pak JK yang akan membuka, dan Pak JK sudah oke. Nanti akan ada simposium profesor dan doktor alumni HMI tanggal 14-15 (November). Judulnya 'Membangun Negeri Memihaki Bangsa Sendiri'," ujar Mahfud.

Ketua Steering Committee Simposium, Siti Zuhro, menjelaskan tema tersebut diangkat karena memberi satu konteks filosofi dan idealisme sendiri.

"HMI, KAHMI dalam hal ini ingin berpikir bagaimana kita menyongsong Indonesia 2045 ketika kita merdeka ke-100 tahun. Bagaimana kita membangun sesuai dengan konstitusi, yaitu dengan mencerdaskan masyarakat yang justru harusnya memihaki bangsa sendiri. Jadi keberpihakan kepada bagaimana nasib bangsa yang ada kesenjangan, jadi trigger-nya itu adalah kesenjangan sosial ekonomi yang ini juga sudah diakui oleh Pak Jokowi," jelas Siti.

"Jadi itu bagaimana kita memberikan gagasan-gagasan yang sifatnya kontributif. Lalu diberikan kepada pemerintah masukan tadi sehingga kita sebagai alumni dalam hal ini betul-betul ingin berkontribusi secara konkret dengan solusi-solusi yang lebih aplikatif yang bisa diterapkan oleh tentunya pemerintah dan para stakeholder terkait," sambungnya. (Dari berbagai sumber).