Sumur Putri, Potensi Wisata Kota Metro yang Terabaikan

- September 06, 2017

Sumur Putri atau sebagian besar warga Kota Metro menyebutnya dengan Sumur Bandung, bukan hanya aset daerah yang bisa dikelola menjadi tempat tujuan wisata sebagai sumur tertua di Kota Metro, Sumur Putri yang berada tepat di belakang Gedung Wanita yang telah dirobohkan atau di seberang rumah sakit tertua Santa Maria, juga memiliki nilai dan rentetan sejarah yang panjang. Sumur tersebut, pada zaman dahulu adalah sumber mata air yang menghidupi tiga wilayah besar di sekitarnya, Trimurjo, Kota gajah dan Pekalongan.

Sumur tersebut bahkan menurut cerita para tetua dan tokoh yang ada di Kota Metro lebih tua umurnya dari HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, dibangun antara tahun 1935-1942 atau telah berumur sekitar hampir 80 tahun. Sumur tersebut dulunya, berbentuk  lingkaran 2,5 meter dan dikelilingi batu kali setinggi setengah meter, lokasinya di cekungan kira-kira 7 meter dari dasar bangunan rumah dinas Camat Metro dulu.

Menurut pengakuan orang-orang tua yang pernah penulis temui, air Sumur Putri sangat jernih, saking jernihnya tak jarang anak-anak nekad nyemplung ke dalam sumur.

Sisi menarik yang lain dari cerita keberadaan Sumur Putri adalah kisah yang beredar dari mulut ke mulut, bahwa dahulu warga sekitar atau orang-orang yang mengambil air di sumur tersebut sering mendengar suara beberapa gadis (putri) yang sedang bercanda dan tertawa. Konon, berawal dari kisah tersebutlah, penamaan sumur tersebut menjadi Sumur Putri.

Andai pemerintah Kota Metro peka terhadap potensi wisata ini, sebenarnya tak perlu anggaran besar untuk merivatalisasi sumur ini menjadi tempat wisata yang memiliki nilai-nilai sejarah, termasuk mendorong Sumur Putri menjadi tempat wisata anak-anak muda, mengingat lokasinya yang berada di tengah kota. Hanya butuh mendesain lokasi menjadi seperti taman, sumurnya dikembalikan bentuknya seperti semula, disedikan beberapa kursi panjang sehingga berbentuk seperti taman, maka jika itu bisa dilaksanakan pastilah Sumur Putri bisa menjadi lokasi kekinian yang asyik untuk berfoto-ria.

Itu sih menurutku, kawan.


Advertisement