Puisi - Tak Terbalas Karya Muhammad Anugerah Utama

- September 25, 2017

Senyum bersahaja
Merekah
Bertirai cucuran keringat
Bersimbah

Pandangan mata sayup-sayup
Meneduh
Dekapan jemari hangat
Mengeram

Di balik dinding tembikar ini
Dingin
Rinai menari-nari
Berloncatan

Secuplik pelita menemani
Tik ... Tik ... Tik ...
Senyap dilesap bingkai foto
Tergantung
Di sudut

Bercerita tentang senyuman
Dan tangisan
Yang tak pernah terdengar
Belasan tahun lalu

Di sampingnya
Tergantung ragam kolase
Berdebu
Dilahap usia

Aneh
Kukira kehangatan datangnya hanya dari
Secuplik pelita yang kupegang?
Tidak sepenuhnya benar

Beberapa datang dari
Pelukan hitam putih
Resiprok
Dua sosok yang bersalingan

Yang satu semakin besar
Gagah
Yang satu tak mengecil
Tapi napasnya melemah
Rungkih

Hingga aku sadari dari kisah itu rupanya
Aku belajar berjalan
Belajar tertawa, mengerti perasaan
Dikirim dari kisah yang terselip
Dalam sepucuk surat

Dan
Dari ribuan surat yang terkirim
'Kuccoba balas satu persatu
Kutulis
Rupanya sudah terlampau banyak
Takkan bisa berbalas


Mamacaferesto, 24 September 2017
Advertisement