Perpustakaan Kok Angker?

- September 25, 2017

Dalam beberapa kali obrolan dengan Syachri Ramadhan, Kepala Perpustakaan Kota Metro, tersirat keinginan besar beliau untuk merubah image perpustakaan yang angker menjadi tempat yang mengasyikkan, ramai dikunjungi sehingga tak kalah ramai dengan tempat-tempat nongkrong seperti cafe atau tempat rekreasi.

Selama ini, kita memang sering mendengar atau bahkan mendapati tulisan "dilarang berisik", "harap tenang", dan peringatan-peringatan bernada seram lainnya yang melekatkan citra bahwa perpustakaan itu elit, tertutup, angker, menakutkan atau menegangkan.

Anak-anak muda yang suka bersenang-senang, menjadi semakin berjarak dengan perpustakaan. Maka tak berlebihan sebenarnya, jika muncul ide bagaimana perpustakaan menjadi tempat rekreasi yang digandrungi, membaca buku dikemas menjadi hal yang menyenangkan, membicarakan isi buku sama halnya dengan membincangkan jalan cerita di film-film atau menggeser gosip murahan yang bertema tentang kekurangan teman, menjadi gosip berbobot karena ngomongin kekurangan isi buku yang telah dibaca.

Dinding-dinding perpustakaan yang berwarna putih seperti cat dinding rumah sakit diganti menjadi warna-warni yang menunjukkan keceriaan.

Alangkah kerennya, tatkala perpustakaan berubah menjadi salah satu tempat tujuan rekreasi. Ada ruang sejarah yang didesain sedemikian rupa sehingga kita seolah benar-benar berada di masa lalu, memasuki ruang tersebut kita menjadi paham cikal-bakal kelahiran kota, gambaran kota pada waktu lampau, akhirnya meski kota telah mengalami perubahan pesat, kita tak buta sejarah.

Hasil obrolan tak formal bersama kawan-kawan pegiat komunitas yang mengalirkan banyak gagasan dan saran, mulai dari menyediakan ruang atau spot foto untuk selfie, menyediakan quote terkeren dari pengunjung yang di-update setiap hari hingga ide-ide gila seperti menghadirkan suasana cafe atau wisata di perpustakaan.

Meski tak bisa sim silabim, Perpustakaan Kota Metro mulai berbenah, setidaknya obrolan liar di atas seperti ide menyediakan tempat quote keren, tempat foto serta upaya menyosialisasikan buku-buku yang ada di perpustkaan lewat media sosial dengan cara-cara trendi mulai direalisasikan. Bahkan kehadiran mobil pustaka keliling di ruang-ruang publik menjadi nilai plus bagi perpustakaan Kota Metro yang sedang giat-giatnya mengampanyekan Gerakan Metro Membaca.

Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati tanggal 26-27 September mendatang, adalah gebrakan awal Perpustakaan Kota Metro melibatkan banyak orang, mulai yang berbentuk video seruan untuk datang ke perpustakaan hingga dalam penyelenggaraan even yang dikemas dengan sangat menarik, seperti bedah buku, donasi buku, lomba menulis, lombo foto, lorong baca 100 meter hingga pagelaran seni yang menghadirkan grup-grup band lokal yang ngetop.

Harapannya, ini adalah gebrakan pertama yang menjadi langkah awal menjadikan perpustakaan lebih semarak, ramai dan mengasyikkan, ada ruang bagi setiap komunitas untuk berdiskusi. Koleksi buku juga harus terus ditambah sesuai kebutuhan warga kota, buku musik, fotografi, dan buku-buku lain selain buku-buku yang menjadi konsumsi kampus dan sekolah seperti yang tersedia selama ini.

Pengelola perpustakaan juga sudah harus terbiasa menunjukkan keramahan terhadap setiap pengunjung, tak ada lagi sikap yang mengesankan perpustakaan angker dan menyeramkan. Dan, yang paling penting pengelola perpustakaan harus juga ikut membiasakan diri untuk membaca dan memahami buku-buku yang ada di perpustakaan. Sehingga ketika ada pengunjung yang bertanya soal buku, mereka dengan mudah menjawab tetapi bukan dengan jawaban, "cari saja di rak itu, kalau tak ditemukan berarti tidak ada!"

Sebelum memasuki ruang buku, akan lebih keren ada review buku yang terpampang di pintu masuk, dan setiap hari diperbaharui, tujuannya menstimulus pengunjung untuk tertarik membaca buku tersebut. Tak perlu panjang dan detail, cukup mengungkap "kenapa anda harus atau perlu membaca buku ini."

Begitulah harapannya.

Saya berharap, perpustakaan angker itu adalah mitos dan harapan di Kopi Pagi kali ini, bukanlah mitos!

Selamat memperingati Hari Kunjung Perpustakaan tanggal 26-27 September, Ayo datang ke Perpustakaan Kota Metro, Ayo Membaca Buku!



Advertisement