E-book: Sepotong Hati Yang Baru - Tere Liye

- September 25, 2017
E-book: Sepotong Hati Yang Baru - Tere Liye, Omah1001
“Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri.” 

Itu adalah sepenggal kalimat aduhai yang gue temukan di buku Tere Liye berjudul “Sepotong Hati Yang Baru”

Yakk!! Ini adalah kali pertama gue mengenal Tere Liye, dikenalkan oleh rekan kerja yang sehobi sama gue, Miss Dian.

Begitu gue disodori buku kumpulan cerpen ini, di sela sela jam mengajar gue, sambil menikmati hidup gue lahap satu demi satu halaman cerpen. Now, I’m soooo falling in love with his writing! Kenapa?? 

Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya, walaupun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang suka ke-GR-an dan akhirnya salah mengartikan sikap seorang laki laki yang cuman tebar pesona. Endingnya, si cewek harus mati matian menahan getir karena kecewa luar biasa.

Lalu, tiba tiba gue disuguhkan dengan cerpen ala Andrea Hirata, menceritakan tentang kisah cinta penuh nestapa seorang remaja miskin yang demi kesembuhan Ibunya dia mau mengorbankan hidupnya menjadi istri belian. Dia dibawa ke luar negeri, di negara asal suami yang telah ‘membeli’ dirinya demi kucuran dana yang bisa untuk berobat Ibunya dan modal hidup adik-adiknya dua tahun ke depan.

Bagi gue, kisah Sie Sie, nama gadis di cerpen itu dengan seorang laki laki bejat bernama Wong Lan yang terus melibas hati Sie Sie dengan guratan siksa, dibalas dengan cinta tak pernah padam Sie Sie terhadap Wong Lan adalah cerpen cinta paling nestapa. Iye, di akhir cerita, benar benar mengharu biru. Sie Sie yang udah disiksa bahkan sedetik pun nggak pernah dicintai Wong Lan berbalas mencari Wong Lan yang kala itu udah renta hampir binasa. Keren banget deh pokoknya. Rasa rasanya setiap kalimat itu ada ruhnya. Gue sebagai pembacanya terasa ditarik dan ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh utamanya, si korban.

Sebelumnya, gue pikir kalau bikin buku dari kumpulan cerpen itu adalah pasti ceritanya satu jenis saja. Misalnya,bila temanya modern maka cerpen itu semuanya berkiblat masa kini. Tapi, ternyata enggak. Buktinya di kumcer ini, Tere Liye menampilkan cerpen dengan rupa-rupa bentuk. Bahkan, dia juga bercerita tentang jejak cinta pilu Rama dan Shinta, masih tetap dia selipkan sebagai cerita pendukung yang tak kalah pilunya. Dia bisa menceritakan dua hal di satu cerpen. Dua cerita yang benar-benar berbeda tetapi bisa beradu dan berpadu. Gaya cerita Tere Liye emang bikin mempesona. Diksinya kaya dan alurnya mengalir.

Lagi, hal yang gue suka adalah cerita paling akhir. Ini diangkat dari kisah nyata karena di akhir cerita, Tere Liye memberikan sesi tanya jawab dengan mbak-mbak yang mengalami cerita penantian pilu yang katanya ‘lebih dari menyenangkan’. Bagi gue, ini tragis.

Ceritanya sepasang cewek dan cowok tumbuh  bersama. Si Cewek adalah anak konglomerat dan si cowok anak pembantunya. Cerita mengalir dan memancing rasa ingin tahu. Saat besar, mereka jatuh hati. Hanya saja, lagi-lagi karena derajat yang tak setara, Papa dari si cewek melarang. Dengan segala cara, bahkan sebelum meninggal si Ayah berhasil memunculkan konflik dan kesalahpahaman di antara keduanya. Keduanya luluh lantak dimakan asumsi masing masing. Pada akhirnya, si cowok terbang ke Belanda dan menikah dengan seorang bule, karena mengira si cewek telah menikah duluan. Padahal, faktanya si cewek tidak menikah, ia setia bertahan menunggu cintanya, sedangkan yang ditunggu sudah punya anak dua.

Cinta itu sedih. Tapi, dijadikan seolah-olah menyenangkan. Begitu yang gue tangkap dari si cewek ini. Dia bilang, “Dua puluh lima tahun aku menghabiskan masa masa indah bersama Tigor. Masa kanak-kanak, kuliah, surat-surat itu. Dua puluh lima tahun, seperempat abad, apa yang harus aku sesalkan? Sekarang umurku lewat lima puluh. Dua puluh tahun lagi hidup dengan mengenang masa lalu itu saja sudah cukup menyenangkan, bukan?”

Cukup menyenangkan? Cinta itu menakutkan. Dia bisa mengubah hal hal yang sebenarnya menyesakkan menjadi seolah tiada beban. Mengubah hal hal yang sebenarnya membinasakan seolah hanya berkurang sedikit bagian. Cinta tipe begini ini. Cinta yang terlalu dalam sampai tidak mampu melepaskan diri, tak peduli bahwa yang kita pegang bahkan sudah digenggaman orang lain. Miris sekali.

Begitulah. Cinta yang disuguhkan Tere Liye dalam buku terbitan 2012 ini begitu menggetarkan dan keren sekali!!!

Penulis : Meykke Santoso (Guru dan Seorang Istri)


Baca versi lengkap Novel Sepotong Hati Yang Baru DI SINI