E-book: Novel Lintang Kemukus Dini Hari

- September 08, 2017
E-book: Novel Lintang Kemukus Dini Hari, Omah1001
Novel Lintang Kemukus Dini Hari adalah buku kedua dari trilogi karya Ahmad Tohari yang kemudian mengalami penyatuan di buku Ronggeng Dukuh Paruk sebagaimana cover di tulisan ini. Dalan novel ini dikisahkan Dukuh Paruk setelah peninggalan Rasus yang bekerja pada tentara, dikisahkan Srintil tidak suka meronggeng lagi karena memikirkan cintanya pada Rasus yang pergi begitu saja tanpa pamit. sementara itu, situasi politik simpang siur menimpa Dukuh Paruk. salah satu bencana datang ketika seorang bernama Bakar menghampiri Dukuh Paruk dengan berbagai teori persama-rataan hak. Bakar mulai menjadikan Dukuh Paruk sebagai basecamp pergerakan komunis dan mulai menjadikan Ronggeng dan Tayub sebagai alat kampanye PKI.

Ceritanya berawal dari tahun 1964, tahun yang merupakan kejayaan Ronggeng Dukuh Paruk, Srintil seringkali diundang untuk manggung dalam rapat-rapat, berawal ketika Bakar orang dari Dawuan yang selalu berpidato dengan berapi-api, memberikan seperangkat pengeras suara dan properti untuk keperluan Ronggeng. Sejak saat itu pula, satu-satunya akses menuju Dukuh Paruk berhiaskaan lambang partai.

Warga Dukuh Paruk yang tidak mengerti apa-pun senang-senang saja dengan perlakuan Bakar yang selalu melibatkan kesenian Ronggeng di berbagai pertemuan. dan ketika komunis kalah dan harus diberanguskan, orang-orang Dukuh Paruk dituduh sebagai antek-antek komunis sehingga mereka dipenjara tak terkecuali Srintil yang mendapat jatah penjara lebih lama.

Paska ditahannya Srintil, semangat Dukuh Paruk mati, perempuan yang dibanggakan dan seorang tetua tidak lagi berada di tempat mereka. Yang terpukul dengan hal ini tentu Sakarya, namun semua itu hanyalah awal, karena beberapa hari kemudian serombongan orang membakar Dukuh Paruk hingga yang tersisa hanyalah puing-puing. Banyak orang yang menganggap Dukuh Paruk sudah diambang kematian, apalagi Srintil saat ini tidak diketahui lagi dimana rimbanya. Sakarya, Nyai Kartareja, Sakum, dan dua orang lainnya juga ikut ditahan.

Menawan, begitulah komentar banyak orang terhadap alur cerita di novel ini, bagi anda yang tertarik silahkan unduh DI SINI.


Advertisement