E-Book: Bumi - Tere Liye

- September 26, 2017
E-book: Bumi - Tere Liye, Omah1001
Novel serial Bumi ini, novel fantasi asli Indonesia pertama karya Tere Liye. Kali ini Tere Liye bikin genre yang nggak biasa. Apalagi pilihan tokohnya adalah anak-anak remaja. Novel Bumi merupakan novel seri pertama dari 4 buku yang direncanakan terbit. Judul lainnya yaitu Bulan, Matahari dan Bintang. Ketebalan bukunya bikin saya pesimis buat namatin baca. Tapi pas udah diniatin akhirnya kelar juga baca novelnya.

Karakter tokoh dalam seri Bumi ini digambarkan beragam. Ada Ali yang terobsesi dengan ilmu dan tekhnologi yang disebut makhluk tanah karena tinggal di Bumi. Dia suka menemukan dan mengutak-atik sesuatu. Ada Ra yang bisa menghilang dan menjadi anak dari Klan Bulan. Ada Selly yang bisa mengeluarkan listrik dan petir dari tangannya, juga menggerakkan benda dari jauh. Ia berasal dari Klan Matahari. Ada Miss Keriting yang jago bertarung dari Klan Bulan.

Tamus yang kuat sebagai tokoh antagonis. Ada tokoh lain dari Klan Bulan yaitu Av si pustakawan yang hidup lebih dari seribu tahun untuk menjaga perpustakaan dengan segel rahasia, ada Tog panglima pasukan bayangan yang pro pada Av, juga ada Ilo yang membantu ketiga anak itu menemukan cara untuk pergi menjauh dari gangguan Tamus dan pasukan bayangan.

Banyak deskripsi di novel Bumi ini yang membuat kecepatan alur bercerita jadi lambat. Mungkin karena Tere Liye ingin membuat deskripsi sejelas-jelasnya tentang dunia fantasi yang diciptakannya. Ia membuat deskripsi dunia yang sangat berbeda dari Bumi, di mana dunia Bulan tampak seperti tempat yang berwarna serba gelap seperti makanan, baju, langit, dll.

Ada juga gambaran teknologi terbaru di dunia Bulan yang membuat ketiga anak remaja itu jadi takjub. Misalnya kereta api bawah tanah yang terintegrasi, lorong berpindah, shower mandi berbahan udara, baju yang melekat sempurna di tubuh pemakainya, rak buku di perpus yang bisa menghilangkan buku-buku dengan menembus dinding, dll.  

Ada nada sinis dan sindiran yang ditampakkan Tere Liye lewat tokoh Tamus saat ia mengatakan tentang riwayat hidup si Tanpa Mahkota. Entah kenapa ini mengingatkan saya dengan rezim politik di Indonesia zaman pak Harto yang sempat membuat sejarah dengan memutar balikkan fakta. Well ya, siapa yang benar siapa yang salah antara perkataan Tamus dan Selena jadi bias sekali. Sulit dibedakan mana yang sebenarnya murni membela dunia Bulan dengan menjabarkan fakta tentang Si Tanpa Mahkota..

“Siapa pun yang memenangkan pertempuran, maka dialah yang menulis catatan sejarah. Aku adalah pihak yang kalah perang, melarikan diri, memutuskan mulai mempelajari banyak buku tua, catatan-catatan lama, hingga akhirnya aku tahu kebenaran itu.” (hlm. 421)

Ada juga adegan favorit saya saat Ali sibuk meminta Ra untuk mengajarinya belajar bahasa dunia Bulan. Lucu banget ekspresi Ali yang sebel diledekin Ra dan Selly. Pasalnya, Ali tidak bisa berbicara menggunakan bahasa asing itu. Jadi dia selalu ingin mendapatkan informasi detail. Daripada nanya-nanya terus kan ya, jadi dia bikin deh kertas-kertas berisi kumpulan kosakata yang dibutuhkannya. Dalam sehari Ali sudah bisa bercakap-cakap dengan Ilo, Av, dan teman-teman lainnya.

Saya baru tahu kalau manusia hanya butuh 2 ribu kosakata saja untuk percakapan ringan. Amazing banget ya kalau bisa menghafal segitu, bisa belajar banyak bahasa sekaligus nih. 😮

“Belajar bahasa itu mudah, Ra. Sebenarnya, dalam percakapan sehari-hari, paling banyak kita hanya menggunakan dua ribu kosakata paling penting, diulang-ulang hanya itu. Sekali kita menguasainya, kita bisa terlibat dalam percakapan dan mengembangkan sendiri.”

Menurut saya, novel Bumi ini ceritanya seru, menengangkan, karakternya polos khas anak-anak, dan riang selayaknya anak remaja. Kejadian seru di dunia Bulan bikin saya jadi banyak mikir bahwa ada dunia lain selain Bumi yang manusia tempati, mungkin aja dunia tak kasat mata yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang tertentu. Ya, seru sih, dan bikin penasaran sama lanjutannya di novel Bulan.Overall, 4 bintang untuk novel Bumi karya Tere Liye ini.


Peresensi : Ila Rizky

Download versi pdf-nya DI SINI

Advertisement