Kampanye #Ayokedamraman, Gerakkan Wisata berbasis Warga

- September 09, 2017

Dam Raman merupakan bendungan air yang berada di antara perbatasan Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Dam Raman sudah sejak lama disebut-sebut memiliki potensi wisata yang menjanjikan, mulai area danau yang lebar, pohon-pohon besar dan beberapa spot atau lokasi yang cocok untuk foto, bahkan beberapa komunitas fotografi pernah menyelenggarakan acara foto, termasuk Metro Photography (MP) sebagai komunitas fotografer yang paling besar di Kota Metro, tetapi hingga kini Dam Raman tetap tidak tergarap sama sekali.

Hal itulah yang mendorong Dharma Setyawan, Dosen IAIN Metro dan beberapa rekannya untuk mendirikan komunitas #Ayokedamraman sekaligus menggencarkan kampanye lewat media sosial.

"Setidaknya sejak umur 9 tahun, saya sudah mendengar semua orang bercerita bahwa Dam Raman akan dibangun. Sampai hari ini saya telah berumur 29 tahun, artinya sudah 20 tahun lamanya. Dan Dam Raman tetap biasa saja, paling jika ada pembangunan hanya pembenahan tanggul, pagar besi dan cat ulang bangunan tua," jelas Dharma yang kebetulan juga berasal dari wilayah sekitar Dam Raman via pesan WhatsApp, Rabu (8/9).

Dharma meyakini bahwa gerakan warga yang peduli terhadap Dam Raman bisa menjadi pilihan alternatif untuk membangun parawisata berbasis warga yang murah dan berkelanjutan.

Komunitas #ayokedamraman memulai kampanyenya dengan membuat laman facebook dan akun instagram @ayokedamraman, membuat website www.ayokedamraman.com, termasuk membuat group WhatsApp yang beranggotakan anak-anak muda. Komunitas ini terinspirasi oleh banyaknya wisata yang diinisiasi warga di daerah lain, tanpa harus menunggu Pemerintah, seperti Puncak Becici Jogja,  Wisata Hutan Pinus yang dibangun gotong royong oleh warga hanya dalam waktu 2 tahun sudah sangat dikenal.

"Disitulah saya memulai menyapa mereka, kawan, pemuda desa, dosen, paguyuban, juga orang-orang di Dinas Pariwisata kota Metro yang memiliki wewenang.  Pemerintah tentu punya program pembangunan, bahkan Dam Raman  katanya sudah masuk anggaran pembangunan  tahun depan. Saya sangat berharap itu benar terealisasi." harap Dharma

Sejauh ini, usaha dari gerakan #ayokedamraman telah menunjukkan hasil positif, wahana outbond, flying fox dan olahraga panahan telah sukses digelar. Bahkan, mereka juga sudah membeli beberapa buah perahu karet yang siap diuji-cobakan hari Minggu (10/9) besok.

Sukses kampanye #ayokedamanraman pada tahap pertama, komunitas ini sekarang mengampanyekan pendirian musholla.

"Setelah ini kami akan berkampanye membangun mushola sederhana. Sejauh ini banyak yang ikut menyumbang mulai 20 ribu hingga 1 juta  rupiah. Saya percaya bahwa kebaikan  itu menular dan warga akan merasa memiliki. Bertemunya kami dengan gerakan #metrobergeliat membuat kami cepat dikenal di media sosial, setidaknya di kota Metro. Banyak yang komentar positif terkait kampanye kami di media sosial. Gerakan #metrobergeliat sangat kompeten dalam mengajak publik untuk ikut membagikan foto kenangan mereka ketika di Dam Raman," kata Dharma bersemangat. (RU)