E-book: Hujan Bulan Juni

- September 06, 2017
E-book: Hujan Bulan Juni, Omah1001
Sajak-sajak dalam buku "Puisi Bulan Juni" ini dipilih dari beberapa buku puisi yang pernah terbit sebelumnya, yakni duka-Mu abadi(1969), Mata Pisau (1974), Akuarium (1974), dan Perahu Kertas(1983), ditambah dengan beberapa sajak yang tidak sempat masuk ke dalam buku-buku tersebut, yang ditulis tahun 1964-1994. 

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(1989)


Puisi di atas adalah salah satu sajak di buku  "Hujan Bulan Juni" karya Sapardi Djoko Darmono. Sajak kuatrin tiga bait tersebut bertarikh 1989, berbarengan penciptaannya dengan puisi masyhur lain berjudul "Aku Ingin". Hujan Bulan Juni pertama kali terbit dalam buku kumpulan puisi yang berjudul sama, terbitan Grasindo pada 1994.

Lalu apa yang menjadi puisi tersebut sedemikian fenomenal, hingga kerap dibubuhkan di undangan pernikahan orang-orang? Sapardi, tak mengecewakan reputasinya sebagai penyair yang humoris dan rendah hati, menjawab enteng saja, “Ah itu kan terkenal gara-gara dinyanyikan saja sama AriReda,” ucapnya.


Aya baca lengkapnya DI SINI