E-book: Falsafatuna Muhammad Baqir Shadr

- September 03, 2017

E-book: Falsafatuna Muhammad Baqir Shadr, Omah1001
Sebagaimana pembahasan dalam ilmu filsafat lainnya, filsafat gaya Muhammad Baqir Shadr dalam Buku Falsafatuna ini juga masih berkutat dalam permasalahan pokok filsafat yakni tashdiq dan tashawwur atau pembenaran dan konsepsi. Konsepsi menjelaskan tentang bagaimana manusia berfikir mendalam tentang suatu peristiwa yang terjadi dengan kapasitas akalnya dan dengan mengakumulasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah lalu dalam sebuah tatanan sistematis sehingga menghasilkan out put yang memiliki tingkat kredibilitas dan validitas yang tinggi. Pembenaran atau tashdiq ialah suatu pandangan seorang manusia dalam menentukan bagus dan yang buruk; yang salah dan yang benar; dan yang baik dan yang jahat.

Dalam Falsafatuna, Muhammad Baqir Shadr pertama-tama menunjukan beberapa pandangan tokoh-tokoh filosof dari berbagai aliran, mulai dari filosof yang murni berpegang pada akal sebagai postulat seperti kelompok empirik sampai filosof yang melakukan kombinasi antara peran akal dan peran wahyu. Mengenai konseptualitas dia berada pada posisi tengah dengan tidak begitu bercorak rasional dan juga tidak terlalu bercorak konservatif walaupun juga tampak bahwa tingkat porsi akal Muhammad Baqir Shadr lebih tinggi. Dia menolok pendapat kaum empirik yang terlalu berpedoman pada konsep kausalitas yang menyatakan bahwa segala sesuatu pasti ada sebabnya, dalam hal ini dia menyerang mereka dengan mengajukan beberapa pertanyaan tentang kehendak, kesukaan seseorang yang bersifat relatif, dan hal-hal lain yang bersifat intuisi yang kesemuanya tidak ditemukan sebab yang mendasari munculnya hal-hal di atas.

Muhammad Baqir Shadr juga tidak begitu sepaham dengan kelompok yang terlalu konservatif dengan mengemukakan bahwa bagaimanapun bentuk pemrosesan suatu hal yang terjadi masih saja dibutuhkan panca indera sebagai pintu depan dalam melakukan pembacaan terhadap suatu persoalan, dia menyebut hal itu sebagai konsepsi primer. Pandangan Muhammad Baqir Shadr juga mengarah pada permasalahan tashdiq atau pembenaran di mana persoalan ini memprioritaskan bagaimana manusia mampu memahami yang baik dan yang buruk dan memilih mana yang benar dan meninggalkan yang salah. Dia memahami bahwasanya tashdiq itu bisa diperoleh atau dalam artian manusia itu dapat mengetahui yang baik dan yang buruk itu melalui dua hal. Pertama, secara intuitif atau alamiah. Manusia dengan penjiwaanya mampu mengetahui benar dan salah tanpa harus melalui pemikiran panjang, seperti dua merupakan sebagian dari empat; lawan dari barat ialah timur; lawan atas ialah bawah; dan lain sebagainya.

Kedua, secara teoritis, dalam buku Falsafatuna Muhammad Baqir Shadr ini, mengemukakan suatu metode di mana suatu kebenaran itu tidak dapat diperoleh kecuali dengan pengalaman yang telah ada, hasil penelitian dan pemikiran sebelumnya. Seperti pernyataan bahwa bumi itu bulat; bumi itu mengelilingi matahari; bulan adalah satelit bumi; dan sebagainya yang kesemua itu dapat diketahui melalui jalan empirik atau pembuktian.

Penasaran dan ingin belajar filsafat, baca DI SINI


Advertisement