Malam Minggu #BukaPintu Pecah di Gedung Sesat

- August 27, 2017

Ratusan kendaraan memadati area parkir Gedung Sesat Kota Metro, Minggu (27/8) malam. Lampu-lampu yang ditata artistik sekitar gedung, kelap-kelip menghiasi setiap anak tangga, menjadi isyarat bahwa malam itu bukanlah malam Minggu biasa, ada pagelaran spektakuler. Maka tak heran pengunjung berjejal memadati halaman hingga lantai atas di mana pertunjukan akan di gelar.

Beberapa orang berkaos hitam bertulis "Juri Kunci" di punggungnya, hilir-mudik mengatur pengunjung dan kendaraannya.

"Suwendi gila ya, nekad habis!" Ujar salah seorang pengunjung menyebut nama yang empunya hajat.

Suwendi Lelaki begitulah nama lengkap pria yang disebut nekad tersebut. Ia memang tergolong nekad menggelar acara yang dijuluki sebagai #BukaPintu.

"Sebuah trial project consept, agar kita semua mau melakukan sesuatu dan tidak melulu menggerutu. Untuk kita yang terus-terusan di zona nyaman, untuk kita semua yang menghindari konflik dan mencari aman, untuk kita semua yang terkadang terkadang nyaman dan gak mau keluar karena takut akan apa yang terjadi di halaman." Tulisnya di akun instagram pribadinya untuk menjelaskan kenapa kenekadan itu harus terjadi.

"#BukuPintu sebuah stand up comedy dari saya Suwendi Lelaki dan tiga orang teman saya yang menemani, Ahmad Kopi, Ridho dan Maul," lanjutnya.

Di buka dengan Grup Band "Lampu Tidur" dan dilanjutkan dengan tiga temannya, telah cukup sukses mengocok perut penonton di tambah lagi pemandu acara yang tak kalah kocak, Gusti. Dan, puncaknya tawa semakin pecah ketika Suwendi Lelaki tampil, standing ovation berulang-ulang dihadiahkan penonton untuk acara tersebut.

"Energi yang luar biasa. Ide, gagasan, kreatifitas, materi, pemikiran, tenaga, semangat, keringat, keluarga, sahabat dan air mata menjelma menjadi sebuah tontonan yang keren dan berbobot. Rasanya tak cukup hanya memberi standing ovation berulang-ulang untuk mengekspresikan kebanggaan," ujar Ahmad Gufron.

Malam yang bersejarah buat Suwendi Lelaki, sebagaimana do'a dan harapannya dalam surat wasiat yang ia tempel di depan pintu "Saya yakin setiap orang memiliki hari buruk dalam hidupnya, begitupun saya. Tetapi, saya berharap semoga hari buruk itu bukan malam ini!"

Selamat Suwendi Lelaki, engkau sudah membuktikan dengan kerja keras bahwa tidak ada yang tak mungkin. Selalu ada doa dan dukungan dari orang tua yang juga hadir malam itu menyaksikanmu, pacar dan sahabat-sahabatmu. Semoga ini akan menular, menginspirasi yang lain. Rendah hati dan saling support antar talent lokal.

Tabik.